Tuesday, December 13, 2016

Museum Tsunami, Aceh

Museum Tsunami

Bencana alam tsunami pernah melanda wilayah Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Bencana ini telah menimbulkan kedukaan bagi negara, baik dari segi korban jiwa dan harta benda yang luluh lantak. Untuk mengingat peristiwa tragis itu, Pemerintah Republik Indonesia dengan dukungan berbagai pihak terkait membangun sebuah museum bernama Museum Tsunami Aceh. Museum ini dibuka pada tahun 2009 dan dibangun dengan tujuan untuk mengenang para korban bencana tsunami, sebagai pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami, dan pusat evakuasi jika bencana tsunami terjadi lagi. Selain itu, juga sebagai simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tsunami.

Pembangunan Museum menghabiskan dana yang cukup besar yaitu sekitar Rp 140 milyar, oleh karena itu tak heran jika Museum ini sangat megah. Gaya Arsitektur Museum Tsunami terbilang sangat unik dan di klaim sebagai bangunan anti Tsunami. Pondasi Museum merupakan kombinasi dari bangunan panggung yang diangkat ke atas bukit. Jika kita melihat Museum ini dari atas bentuk Museum ini menyerupai bentuk gelombang Tsunami yang berputar. Namun, jika melihat dari bawah atau samping Museum ini akan terlihat menyerupai kapal pesiar yang sangat besar.
Adapun fungsi Museum Tsunami Aceh ini adalah :
  • Sebagai objek sejarah, dimana museum tsunami akan menjadi pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami.
    Sebagai simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tsunami.
    Sebagai warisan kepada generasi mendatang di Aceh dalam bentuk pesan bahwa di daerahnya pernah terjadi tsunami.
    Untuk mengingatkan bahaya bencana gempa bumi dan tsunami yang mengancam wilayah Indonesia.
Hal ini disebabkan Indonesia terletak di “Cincin Api” Pasifik, sabuk gunung berapi, dan jalur yang mengelilingi Basin Pasifik. Wilayah cincin api merupakan daerah yang sering diterjang gempa bumi yang dapat memicu tsunami.Mungkin masih teringat di benak Anda bencana dahsyat yang meluluh lantahkan Banda Aceh di tahun 2006 silam. Ya, bencana Tsunami dengan dashyatnya telah mengguncang Provinsi Aceh dan Sumatera Barat. Tidak hanya Banda Aceh saja yang terkena bencana dahsyat Tsunami, Negara-negara lain yang berada di kawasana Samudra Hindia pun turut terkena imbasnya. Untuk mengenang Bencana Tsunami tersebut, di bangun lah sebuah Musium di Banda Aceh yang bernama Musium Tsunami. Museum ini resmi dibuka pada akhir Februari 2009 lalu. Bangunan Museum ini terbilang unik, disain bangunan ini di pilih melalui audisi yang akhirnya di menangkan oleh Bapak M. Ridwal Kamil, yang merupakan seorang dosen ITB.
Pembangunan Museum menghabiskan dana yang cukup besar yaitu sekitar Rp 140 milyar, oleh karena itu tak heran jika Museum ini sangat megah. Gaya Arsitektur Museum Tsunami terbilang sangat unik dan di klaim sebagai bangunan anti Tsunami. Pondasi Museum merupakan kombinasi dari bangunan panggung yang diangkat ke atas bukit. Jika kita melihat Museum ini dari atas bentuk Museum ini menyerupai bentuk gelombang Tsunami yang berputar. Namun, jika melihat dari bawah atau samping Museum ini akan terlihat menyerupai kapal pesiar yang sangat besar.

Ketika Anda memasuki Museum Tsunami ini melalui pintu utama Anda akan disambut dengan lorong-lorong gelap dengan efek air yang jatuh dari atas, seolah-olah Anda sedang berada di dalam gelombang Tsunami. Setelah itu Anda akan tiba di ruang pameran. Ruang pameran ini di dominasi warna gelap. Di ruangan ini Anda bisa melihat foto-foto pasca kejadian Tsunami. Ada juga Ruang Cahaya Tuhan, di sini Anda bisa menguji diri Anda menghadapi gelombang Tsunami dengan melawan arus gelombang, dan jika Anda berhasil Anda akan menuju Jembatan Harapan, jembatan ini seolah-olah akan membantu Anda menuju tempat tinggi untuk menjauh dari Tsunami. Di tempat ini Anda juga bisa melihat film documenter tentang tsunami yang berdurasi sekitar 15 menit. Jadi, luangkan waktu Anda untuk mengunjungi Museum ini, karena selain bisa berwisata Anda juga bisa memperoleh Edukasi tentang bagaimana mempersiapkan diri menghadapi bahaya Tsunami.

RIDWAN KAMIL ( Walikota BANDUNG saat ini ) “Dari ratusan proyek yang sudah saya lakukan, desain Museum Tsunami yang paling sulit.” dalam rangka memperingati 11 tahun musibah gempa dan tsunami Aceh di gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (26/12/2015).
Copyright © GUSTI TRAVEL | Designed With By
Scroll To Top